Bisnis Inkubasi

Placeholder

Inkubasi bisnis : Bimbingan dan Layanan Konsultasi Teknis pengemasan dan pemasaran.

Kami memahami bahwa banyak sarjana ataupun tamatan SMA  saat di bangku kuliah/sekolah kurang memperoleh kesempatan pelatihan dan praktek langsung usaha tani/wirausaha guna membekali dan mengasah kemampuannya menjadi calon pengusaha baru dikala mereka sudah lulus dan terjun di masyarakat. Sehubungan dengan anggaran yang terbatas yang kami miliki, karena 50% peserta  tidak dipungut biaya sama sekali maka jumlah peserta pelatihan inkubasi bisnis yang kami latih masih sedikit. Pembentukan kemitraan kelompok usaha tani langsung di masyarakat yang saling menguntungkan (Masyarakat umum (petani) dilatih dari mulai teknis budidaya, manajemen sampai dengan pemasaran hasil).

Pengalaman langsung menjalankan usaha tentu bisa menjadi pembelajaran individual yang baik. Mengatasi kekurangan modal saat punya ide usaha jugaa butuh keterampilan khusus. untuk itulah Team N-TT MANIS selain menyediakan layanan bimbingan dan layanan konsultasi teknis  dalam aktifitas inkubasi bisnis seperti pengemasan dan pemasaran, juga menyediakan produk peralatan pengemasan modern dan strategi pemasaran yang kompetitif. 

Program Inkubasi Bisnis Pertanian/Pariwisata ini menyasar anak-anak muda untuk mengembangkan bisnis di bidang pertanian dan pariwisata, khususnya inovasi produksi, pengelolaan pasca panen, dan produk olahan pangan agar mampu mendongkrak antusiasme generasi milenial untuk bergerak di dunia pertanian. “Kami memiliki kader-kader pelatih/mentor yang memiliki latar belakang ilmu bisnis, teknik, dan kependidikan. Inkubator bisnis ini menjadi dapur team N-TT MANIS  yang mencetak inovator dan pebisnis pertanian yang andal, tentunya mempertimbangkan tren teknologi dan inovasi. Kami berharap, bisa belkolaborasi dengan pemerintahan di berbagai level terutama desa/kelurahan agar pendekatan ini  bisa disukai oleh anak-anak muda kekinian, bisnis pertanian dan pariwisata akan semakin seru.

Kami melatih dan akan terus melatih masyarakat terutama petani untuk terlibat dalam pertanian sebagai pengusaha bukan sekedar menggarap kebun atau bertani  sebagai usaha. Sudah terlalu lama para petani dibiarkan terus  mempraktikkan Pertanian Tradisional. Mereka hanya melayani tujuan utama menyediakan makanan bagi keluarga mereka; pertanian tradisional bukanlah bisnis, tetapi itu adalah mata pencaharian utama keluarga. Sekaranglah saatnya, saat dunia berubah menjadi ekonomi tunai, mereka dihadapkan pada kebutuhan untuk menjadi lebih wirausaha dan menjalankan pertanian mereka sebagai bisnis. Untuk melakukan transisi ini, mereka memerlukan lebih dari sekadar solusi teknis untuk pertanyaan produksi, misalnya petani perlu mengembangkan kapasitas mereka sebagai pengusaha. Berkolaborasi dengan Penyuluh Pertanian dari pemerintah Team N-TT MANIS bisa berkontribusi untuk berbagi informasi agribisnis; membangun kapasitas bagi banyak dari mereka hanya bertani sekedar untuk makan keluarga, namun manajemen bisnis seringkali menjadi tantangan karena pengalaman dan praktik mereka sebagian besar difokuskan pada produksi pertanian.